December 5, 2019 suarasi.com

Organisasi Sarekat Islam Eksis di Banjarnegara sampai Sekarang

SuaraSi.Com, Jakarta – Syarikat Islam atau Sarekat Islam (SI) merupakan salah satu organisasi tertua yang pernah lahir di Indonesia. Organisasi yang didirikan Samanhudi tahun 1905 dengan nama awal Sarekat Dagang Islam (SDI) itu disebut pelopor pergerakan nasional paling awal sebelum lahir Budi Utomo. Dalam perjalanannya, organisasi yang mulanya perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik kolonial ini bermetamorforsis menjadi gerakan politik dengan nama Partai Syarikat Islam Indonesia (PSSI).

Sarekat Islam menjelma menjadi partai besar yang memiliki banyak tokoh sejarawan semisal Haji Agus Salim, HOS Tjokroaminoto, Abdul Muis, hingga Mohammad Roem.

Sampai tahun 1970an, setelah melewati masa panjang perjuangan, kiprah PSSI di kancah politik kian memudar. PSSI belakangan kembali berubah menjadi Syarikat Islam.

Gaung SI kini sudah jarang terdengar. Di banding organisasi sosial keagamaan lain semisal Nahdatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah, SI kalah pamor.

Di banyak daerah yang sempat menjadi basis SI di Indonesia, organisasi itu bahkan mengalami stagnasi kegiatan relatif lama. Tetapi siapa sangka, di Kabupaten Banjarnegara, SI justru masih eksis hingga sekarang. Memasuki wilayah Banjarnegara, sekolah-sekolah berlabel Cokroaminoto mendominasi pinggir jalan raya nasional.

Di kabupaten ini, sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto tumbuh subur dan berjaya hingga sekarang. Ada sekitar 200 sekolah mulai tingkat TK hingga SMA memberikan sumbangsih bagi pendidikan anak-anak di Banjarnegara.

Eksistensi SI di Banjarnegara ini tak pelak menjadi sorotan banyak kalangan. Timbul pertanyaan, bagaimana organisasi tua itu begitu mengakar dan tetap eksis hingga sekarang. Pertanyaan sama bahkan menghantui pikiran Dr Hamdan Zoelva, Ketua Umum Pimpinan Pusat Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam.

“Ternyata Syarikat Islam di Banjarnegara memiliki akar sejarah panjang yang tidak terputus dari generasi ke generasi,”katanya dalam pengantar buku Sejarah Syarikat Islam Banjarnegara karya Tsabit Azinar Ahmad

Zoelva menyebut SI masuk ke Banjarnegara pada tahun 1913 bersamaan masa perkembangan masif organisasi itu di tanah Hindia Belanda setelah konggres pertama di Surabaya


Pertumbuhan SI di Banjarnegara tak lepas dari kiprah tokoh pendiri SI di daerah itu, KH Ichsan, ulama yang pernah bermukim di Mekkah dan berteman dekat dengan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Sepeninggal KH Ichsan, estafet perjuangan organisasi itu diteruskan oleh para ulama di antaranya KH Taufiqurrahman dan KH Ahmad Bushairi. Pun banyak tokoh SI Banjarnegara yang menjadi pengurus SI di tingkat nasional.

Bukti nyata eksistensi SI di Banjarnegara bukan hanya terlihat dari perkembangan sekolah berlabel Cokroaminoto, tapi juga gedung kantor yang masih terawat.

Bangunan organisasi SI Banjarnegara pun masih kokoh dengan kepengurusan sampai tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan. Kepengurusan sampai tingkat bawah itupun masih aktif berkegiatan hingga sekarang.

Banjarnegara menjadi basis pengembangan organisasi yang strategis sejak awal kemunculannya. Terbukti, menurut Zoelva, banyak even penting SI yang pernah dilaksanakan di wilayah ini. Antara lain Konggres pertama Syarikat Islam Afdeling Parvinderij (SIAP) yang selanjutnya dikenal sebagai Syarikat Islam Angkatan Pandu pada 1928. Saat itulah pertama kali diperkenalkan istilah Pandu yang kemudian berubah menjadi gerakan Pramuka pada 1960.

Kabupaten ini juga menjadi tuan rumah pelaksanaan Konggres Nasional XX PSII sekaligus konggres terakhir yang dihadiri HOS Cokroaminoto sebelum wafat pada 17 Desember 1934. Konggres yang disahkan Reglemen Umum Umat Islam bahkan masih menjadi pegangan dan landasan perjuangan SI hingga sekarang

Dosen Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang Tsabit Azinar Ahmad mengatakan, eksistensi SI di Banjarnegara mengakar kuat. Banjarnegara, menurut dia, dipilih oleh SI sebagai tempat membangun konsolidasi

Tokoh nasional sekaliber Agus Salim dan Tjokroaminoto secara langsung turut mengokohkan eksistensi SI Banjarnegara di masa pergerakan nasional.

“Bahkan pada pemilu 1955, tokoh lokal asal Banjarnegara menduduki posisi sebagai anggota DPR dan Konstituante. Banjarnegara jadi lumbung suara PSII waktu itu,”katanya

Di bidang pendidikan, kiprah SI di Banjarnegara tak kalah membanggakan. Tokoh-tokoh SI menjadi penggerak kelahiran sekolah-sekolah agama modern. Pada tahun 1906, di kota ini bahkan telah berdiri madrasah yang menjadi rujukan masyarakat bukan hanya dari Banjarnegara.

Madrasah ini bahkan disebutnya mampu menarik perhatian KH Ahmad Dahlan, yang kemudian mendirikan Muhammadiyah. Hingga memasuki era kemerdekaan, kata Tsabit, kiprah SI diwujudkan melalui pendirian sekolah Cokroaminoto dari jenjang TK hingga SMA dan majelis taklim

“Selain membangun kualitas masyarakat, pengembangan pendidikan melalui sekolah Cokroaminoto juga sebagai strategi untuk mengukuhkan eksistensi SI hingga saat ini,” katanya. (*)


Source TribunJateng.com
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno







Banner
Related Posts

Luncurkan Blockchain Tjokro, Syarikat Islam Lakukan Digitalisasi Organisasi

November 16, 2019

November 16, 2019

Jakarta, suarasi.com – Syarikat Islam meluncurkan sebuah platform Blockchain dengan nama “Tjokro”, saat Musyawarah Kerja Nasional III di Jakarta, 14...

Syarikat Islam : Umat Muslim Jangan Terprovokasi dengan Aksi Brutal di Selandia Baru

March 15, 2019

March 15, 2019

Jakarta, SuaraSI.com – Kasus penembakan yang terjadi di masjid saat umat muslim akan melaksanakan shalat Jum’at di Selandia Baru telah...

Menuju 114 Tahun Syarikat Islam, PB SEMMI Ziarah ke Makam HOS Tjokroaminoto

September 19, 2019

September 19, 2019

Yogyakarta, suarasi.com – “Menuju 114 tahun Syarikat Islam (16 Oktober 1905) mari kita bersama-sama berdoa kepada Allah agar organisasi ini...

Hamdan Zoelva : Munculnya Rasa Kebangsaan Diawali dengan Berdirinya Sarekat Dagang Islam pada Tahun 1905

July 30, 2019

July 30, 2019

Painan, SuaraSI.com – Rasa kebangsaan pertama kali dimunculkan di Indonesia pada tahun 1905 yang ditandai dengan kelahiran Sarekat Dagang Islam...

Organisasi Serumpun Syarikat Islam Nyatakan Jihad Melawan Prostitusi dan Peredaran Narkoba di Jakarta

May 11, 2019

May 11, 2019

Jakarta, SuaraSI.com – Organisasi serumpun Syarikat Islam (SI) di wilayah DKI Jakarta mendesak Pemerintah provinsi dan Polda Metro Jaya untuk...

Banyak Terjadi Pelanggaran Hukum, PERISAI Kembali Geruduk Apartemen Green Pramuka

November 26, 2019

November 26, 2019

Jakarta, suarasi.com – Setelah melakukan aksi demonstrasi yang pertama, Pertahanan Ideologi Sarekat Islam PERISAI kembali melakukan aksi demonstrasi di Apartemen...

Politeknik Gertasi Bandung Hadir Memadukan Nilai-Nilai Islami dengan Keahlian dan Keterampilan dalam Bidang Pertanian

November 15, 2019

November 15, 2019

Jakarta, suarasi.com – Dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-3 Syarikat Islam tahun 2019 dibarengi dengan peluncuran Politeknik Gertasi Bandung...

Lantik Gertasi Bali, Hamdan Berpesan Petani Harus Menjadi Pelopor Kemandirian Ekonomi

March 25, 2019

March 25, 2019

Bali, SuaraSI.com – Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi) Wilayah Bali periode 2019-2024 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah...

BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Pengenalan sistem keagenan PERISAI kepada Organisasi Serumpun Syarikat Islam

February 12, 2019

February 12, 2019

Suara SI, Jakarta,- Dalam rangka menindaklanjuti kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Syarikat Islam (SI) melalui Organisasi Serumpun Syarikat islam bersama dengan BPJS...

PB SEMMI : Orang Yang Bilang Islam itu ‘Sampah Bumi’, Dia Adalah ‘Kotoran Semesta’

March 15, 2019

March 15, 2019

Jakarta, SuaraSI.Com – Pernyataan Senator Australia,  Fraser Anning yang dimuat di berbagai media nasional dan internasional perihal kasus terorisme di...

Hamdan Zoelva Berharap Tjokroaminoto Institute dapat Mewarisi Kembali Nilai-Nilai Kepahlawanan HOS Tjokroaminoto

November 13, 2019

November 13, 2019

Jakarta, suarasi.com – “Konsep yang dibawa oleh HOS Tjokroaminoto adalah keadilan terhadap masyarakat pribumi yang oleh orang Belanda ketika itu...

Ditengah Hujan Lebat, Masyarakat Antusias Mengikuti Deklarasi Senandung Indonesia dalam Rangka Mewujudkan Pemilu Sehat

March 3, 2019

March 3, 2019

Jakarta, SuaraSI.com – Untuk mendukung agar tercipta Pemilihan Umum (Pemilu) yang sehat, cerdas dan berkualitas pada 17 April 2019 mendatang,...

Tjokroaminoto Institute Menilai Acara Penganugerahan Ormas 2019 Paling Indonesia oleh Kemendagri, Dianggap Diskriminatif dan Pecah Belah Bangsa

November 28, 2019

November 28, 2019

Jakarta, suarasi.com – Surat Kementerian Dalam Negeri RI No: 005/12814/SJ perihal Undangan Peserta dalam rangka pelaksanaan program kerja Dirjen Politik...

Geruduk BNN, SEMMI Beberkan 10 Dosa Heru Winarko

July 15, 2019

July 15, 2019

Jakarta, SuaraSI.com – Dalam rangka mewujudkan ‘Indonesia Sehat Tanpa Narkoba’, Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) melakukan aksi...

Hamdan Zoelva : ‘Kurbankan’ dan ‘Sembelih’ Rasa Benci, Rasa Permusuhan serta Perselisihan untuk Membangun Solidaritas dan Persaudaraan

August 12, 2019

August 12, 2019

Bogor, SuaraSI.com – Dalam suasana Idul Adha ini, dengan modal keikhlasan dan kesucian hati, menjadi momentum bagi kita semua untuk...

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *