Ketua Umum LTSI : Lawan Covid-19, Syarikat Islam Bentuk Satgas Covid-19 dan Salam Radio

Jakarta, suarasi.com – Sebagai upaya melawan Covid-19, Syarikat Islam bergerak dalam dua aspek. Pertama, ikut serta dalam perang melawan penyebaran Covid-19 melalui penyebaran informasi, sosialisasi mengenai strategi dan cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menghambat dan menghentikan penyebaran virus lewat udara, yaitu Salam Radio (Syarikat Islam Radio), dengan tujuan menanamkan rasa optimisme rakyat menghadapi wabah Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Dr. H. Hamdan Zoelva, di Jakarta, Rabu (8/4).

Kedua, lanjut Hamdan, Syarikat Islam terjun langsung kepada masyarakat lewat darat, yakni dengan membagikan bantuan hand sanitizer, beras, makanan siap saji dan kebutuhan dasar rakyat yang terkena imbas dari kebijakan pemerintah, yakni physichal distancing dan kerja dari rumah, melalui Satuan Tugas Covid-19 Syarikat Islam bersama organisasi serumpun, yakni Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI).

“Saya sangat mengapresiasi organisasi serumpun Syarikat Islam, yaitu PERISAI dan SEMMI yang bergerak cepat membantu masyarakat menghadapi penyebaran virus ini maupun membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Hamdan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, karena perang terhadap virus ini dan untuk menghambatnya harus ada kerjasama dari masyarakat.

“Ini adalah bentuk perang rakyat semesta, yaitu seluruh rakyat bergerak bersama-sama ikut bertanggung jawab menghentikan menyebarnya virus ini melalui kerja dari rumah, jaga jarak, pakai masker dan selalu bersih dengan cuci tangan terus menerus,” jelasnya

Menurut Hamdan, walaupun kebijakan pemerintah pusat sangat terlambat, tetapi kita harus mengikuti dan menghormati kebijakan yang telah diambil sebagai bentuk kerjasama kita perang terhadap virus ini.

“Seharusnya, saat melihat penyebaran orang yang terinfeksi baru yang masih tinggi di Jakarta. Lalu, untuk menghentikan penyebaran meluas di beberapa daerah yang menjadi epicentrum penyebaran virus, seharusnya diambil kebijakan karantina wilayah, paling tidak dengan penegakkan secara tegas dan perluasan makna PSBB,” tegasnya.