Apresiasi KPK Atas SP3 Syamsul Nursalim, Hamdan Zoelva : KPK Berani Menghadapi Protes dan Kritikan Masyarakat

Jakarta, suarasi.com – Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia tahun 2013-2015, Hamdan Zoelva mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap tersangka Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syamsul Nursalim.

Melalui twitter @hamdanzoel, ia mencuit Banyak yang kecewa atas SP3 Syamsul Nursalim. Tapi saya justeru apresiasi atas keputusan berani dari KPK. Berani menghadapi kritikan dan protes masyarakat.

Berikutnya, dalam cuitan lainnya, Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam ini menulis Dalam doktrin hukum dikenal prinsip “justice delayed is justice denied”. Keadilan yang tertunda adalah ketidakadilan. Dalam bahasa Martin Luther King Jr. (1963)”justice too long delayed is justice denied”.

Hamdan Zoelva menilai bahawasanya penegak hukum tidak bisa menggantung suatu perkara, seorang menjadi tersangka berpuluh tahun dalam ketidakpastian. Hal itu melanggar dua tujuan hukum sekaligus yaitu keadilan dan kepastian hukum.

Menurut Hamdan, SP3 atas perkara Syamsul Nursalim suatu keniscayaan ketika penegak hukum tidak memiliki bukti cukup untuk diajukan ke pengadilan. Jika suatu waktu ditemukan bukti baru, hal itu persoalan lain.